Jumat, 07 Juni 2013

Cara Mencapai Kebahagiaan

Berbicara tentang kebahagiaan adalah berbicara tentang hal yang relatif, ya karena kebahagiaan sejatinya tidak bisa diukur, kebahagiaan itu hanya bisa dirasakan. Logikanya, jika kebahagiaan bisa diukur, tentunya orang-orang kaya pasti bahagia jika dibanding si miskin, tapi itu belum tentu, banyak orang kaya yang tidak dapat menikmati hidup, dan banyak juga orang miskin yang mampu menikmati hidup. Mau tau kunci dari kebahagiaan?

Kuncinya adalah rasa syukur dan ikhlas.

1. Rasa Syukur
Syukur, kata ini sekilas begitu ringan, dan bahkan sering terlupakan. Betapa tidak, terkadang kita terlalu sibuk menuntut hak kita, menuntut kebahgiaan kita, tetapi kita lupa apa yang telah kita miliki, kita selalu mengejar apa yang tidak kita miliki, sehingga kita lupa bersyukur. Kita mempunyai jalan kita masing-masing untuk memperoleh kebahagiaan, jangan pernah mebandingkan hidup kita dengan hidup orang, karena itu tidak akan pernah sama. Cukup kita bersyukur dengan apa yang kita miliki, dan sambil terus berusaha, bukankah Allah telah berfirman, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.(QS. 14:7). Jelaslah, jika kita bersyukur, rezeki kita akan ditambah, dan jangan pernah ragu akan janji-Nya. Banyak hal yang harus kita syukuri, paling utama adalah kesehatan, kesempatan. Jika kita sehat tentulah semua dapat kita lakukan, jika kita sempat tentu juga tidak akan ada yang terlewat

2. Ikhlas
Kata yang mudah untuk diucapkan, namun sangat sulit untuk dijalankan. Pernahkah kalian mendengar tentang ilmu ikhlas? iya ilmu yang tentu sulit untuk didapatkan, yang kuncinya hanya ada pada diri kita. Kaitan Ikhlas dan kebahagiaan, coba pikirkan, bagaimana kita bisa bahagia jika kita tidak ikhlas, ikhlas merelakan barang yang hilang, ikhlas melepaskan apa yang bukan hak kita. Tapi perlu diingat, ikhlas tidak hanya berhubungan dengan kerelaan, berhubungan juga dengan usaha (ikhtiar) dimana setelah apa yang kita lakukan, kita kembalikan semua hasilnya pada Allah, kita berserah diri, ikhlas atas apa yang akan menjadi hasilnya. Namun, tentu tidak semudah itu, bisa saja kita berkata "ikhlas, saya ikhlas" tapi dalam hati siapa yang tahu, bahkan kita sendiri tidak tahu apa benar kita ikhlas, wallahualam. Ikhlas memberi, Ikhlas menerima, Ikhlas merelakan, Ikhlas berusaha, tentu semua akan mendapat balasannya masing-masing, karena ikhlas merupakan kunci diterimanya Amal Ibadah, seperti yang diterangkan dalam Surat Al Bayyinah ayat 5
Artinya: Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan (ikhlas) kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. 98:5)
Ikhlaskan apa yang kamu lakukan, dan bersabarlah akan segala hasilnya, "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar" (QS. 02:153).

2 komentar: