Senin, 14 Maret 2016

Pengalaman Melahirkan

Tepat pada hari sabtu tanggal 14 November 2015 saya melahirkan bayi perempuan. Bayi yang sangat saya nanti-nantikan kelahirannya setelah sembilan bulan di dalam kandungan. Bayi cantik tersebut saya dan suami saya beri nama Alisha Farzana. Namun dibalik itu saya mempunyai cerita dan pengalaman melahirkan yang tidak bisa saya lupakan, maklum baru anak pertama. Bayi Alisha telah mengeluarkan tanda-tanda mau dilahirkan dari Jum'at dini hari yaitu keluar bercak darah. Sejak saat itu saya merasakan sakit yang timbul hilang. Suami saya menghubungi ibu bidan, namun kata ibu bidan pagi saja dibawa ketempatnya. Alhasil saya menunggu hingga pagi hari untuk diperiksa.

Setelah pagi hari kira2 pukul 07.00 saya ke bidan tersebut. Dilakukan pemeriksaan dalam ternyata baru bukaan 1.5. Kami ditawarkan, apakah pulang atau menunggu, akhirnya kami memutuskan pulang. Ketika sore hari saat saya merasakan sakit yang frekuensinya telah 5 menit sekali saya pergi lagi ke bidan itu. Saya diperiksa lagi ternyata masih bukaan 2.5, lama sekali tetapi tidak bertambah2. Akhirnya kami memutuskan untuk menginap di rumah bidan tersebut. saat malam menjelang tidur, saya diperiksa lagi, ternyata bukaan nya masih belum bertambah.

Sepanjang malam saya merasakan sakit, tidak bisa tidur selama 2 malam, tarik nafas hembus nafas. Satu yang menjadi kendala saya, ketika bayi kontraksi saya selalu mengejan padahal belum waktunya untuk ngejan, dan itu saya rasakan sangat sulit. Sampai di pagi hari saya diperiksa ternyata sudah bukaan 5 dan diprediksi sekitar jam 3 saya melahirkan. Saya sangat senang mendengar kabar tersebut. Namun bidan merasakan ada pembengkakan di pintu rahim yang diakibatkan saya selalu mengejan. Setelah itu saya selalu menahan agar tidak mengejan setiap kali kontraksi, sembari jalan2 saya berharap bukaan terus bertambah.

Sekitar pukul 11.00 saya diperiksa lagi, ternyata bukaan saya tidak bertambah, kecewa sekali rasanya. Dan ternyata air ketuban saya sudah merembes. Melihat keadaan tersebut ibu bidan merujuk saya ke rumah sakit yang menjadi langganan saya. Dalam benak saya, saya harus siap untuk dioperasi tetapi saya sangat takut untuk menjalaninya. Sesampainya di rumah sakit, saya masuk ke ruang bersalin. Syukurnya suster disana ramah dan telaten, saya tetap diusahakan untuk dapat melahirkan normal. Saya diperiksa lagi, tp masih bukaan 5, hingga tak lama kemudian air ketuban saya pecah. Dalam keadaan tersebut saya masih belum ditawari untuk dioperasi. Keputusan masih menunggu dokter yang pada saat itu sedang menangani pasien operasi. Tak lama kemudian, ibu dokter datang, dan memeriksa lagi. Alhamdulillah saat itu bukaan bertambah yaitu 8-9. Saya sangat bersyukur. Sakit semakin cepat dan tidak berjedah lagi, dan akhirnya bukaan komplit. Saya dipersilahkan untuk mengejan. Alhamdulillah bayi kecil Alisha dilahirkan dalam keadaan normal dengan berat 3.4 kg dan panjang 52 cm.

Lega rasanya, dapat melahirkan secara normal dan menyudahi rasa sakit menanti bukaan komplit selama 2 hari. Bayi Alisha menangis kencang menambah haru suasana. Terima Kasih Abi Alisha dan mamak, yang telah setia menemani saya bergadang selama menanti kelahiran Alisha. Terima kasih Ibu Dokter kesayangan, Ibu Suhair yang telah mensukseskan misi saya untuk melahirkan secara normal.

Ada pepatah berkata, Melahirkan itu bagaikan pedas-pedas makan cabai, walaupun sakit tetapi mau melahirkan lagi. Saran saya, jangan pernah mengeluh selama proses kehamilan dan melahirkan, karena bukan hanya Anda yang merasakan tetapi semua wanita di dunia yang pernah melahirkan juga merasakannya, jadi jangan 'lebay'.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar